Selasa, 03 Januari 2017

Secangkir Kopi dari Lantai 10

Scangkir kopi menghangatkan malam ini. Sambil kubuka tirai jendela kaca di kamar ini. Gemerlap malam pun terlihat di luaran.

Lampu-lampu kendaraan berwana warni seolah saling berkejaran. Di ujung sana pun terlihat gedung lain sedang menunjukkan pesona malamnya.

Seteguk demi teguk kunikmati kopi ini. Sambil melihat luas ke luar sana, menembus kaca jendela.

Nampak banyak sekali cahaya disana. Ada yang diam dan ada yang berjalan. Ada yang seakan berpijar , dan ada juga yang seakan berkedip kedip.

Malamnya kota memang berbeda. Disini saya sedang mengamati mereka, dan mungkin di luaran sana ada juga yang sedang mengamati saya disini, jauh disana, melihat salah satu jendela yang menyala.

Saya lanjutkan tegukan kopi berikutnya, sambil aku lihat sisi kota lainnya. Hampir sama, mereka sibuk dengan arah mereka masing-masing. Mengarah kesana dan kemari, mencari tujuan mereka masing-masing.

Memang berbeda melihat sesuatu dari sudut yang lain. Melihat dari perspektif lain, dan menimbulkan persepsi yang lain.

-secangkir kopi dari lantai 10-

Minggu, 11 Desember 2016

VISUALISASI DAN IMAJINASI


Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti pelatihan NLP (Neuro Language Program). Sebuah program yang dirancang untuk memahami bagaimana kerja otak dan pengaruhnya kepada tubuh kita, bahkan masa depan kita.

Dari situ saya mulai berfikir, bahwa melamun dan mengkhayal kadang memang tidak apa-apa. Kenapa? Itu adalah visualisasi dari pikiran kita, yan akan mendorong fisik dan usaha kita untuk mencapainya. Tentunya lamunan atau khayalan yang memotivasi kita, bukan hal yang negative yang justru membuat kita tidak maju.

Dalam pelatihan itu juga kami diajarkan untuk meng-upload memori atau kenangan yang ada di dalam otak bawah sadar kita. Intinya kita bisa mengingat apa pun yang kita inginkan berdasarkan memori yang sudah terekam di dalam otak. Entah itu memori yang memnyenangkan atau yang menyebalkan. Intinya adalah pilihan, pilihan tentang apa yang akan kita hadirkan, atau perintah apa yang kita berikan pada otak agar otak kita menstimulus tubuh dan psikologis kita untuk mencapainya.

Jadi saya mulai berfikir, dan memang sempat dikatakan trainer bahwa semua tergantung apa yang kita pikirkan. Visualisasikan dan imajinasikan apa yang ingin kamu raih, atau yang ingin kamu ingat, begitulah kira-kira.

Memang masing-masing orang memiliki persepsi dan sudut pandang berfikir yang berbeda-beda, karena masing-masing otak menyimpan memori yang berbeda-beda, sehingga setiap otak akan menerjemahkan segala hal yang erjadi berdasarkan apa hal yang paling mendekati peristiwa atau hal itu di masa lalunya, atau berdasarkan angan-angan bayangan di masa depan yang dipikirkannya.
Pada akhirnya memang setiap otak harus memikirkan sesuatu yang kiranya pas, untuk memvisualisakan keinginannya, dan menstimulus manusia itu untuk mencapai sesuai dengan yang sudah dibayangkan atau divisualisasikan.

Visualisasi atau angan-angan yang diinginkan akan benar-benar terjadi di masa depan memang tidak selalu persis dengan visualisasi otak, tapi setidaknya ia memberikan gambaran tentang bagaimana hasil seharusnya. Dan visualisasi yang tepat, akan menghasilkan hasil yang optimal.


Jadi, saya atau kalian mungkin juga sekarang berfikir, tentang sesuatu, yah banyak hal memang yang harus dipikirkan. Itulah kenapa mungkin visualisasi ini perlu, dan berimajinasi juga perlu. Agar itu menjadi standar kita dalam melakukan pekerjaan saat ini. Dan sebaiknya visualisasi yang maksimal, semoga saja.

Selasa, 15 November 2016

Menikmati Sejuknya Taman Kota BSD

Taman kota BSD berada di sebelah sekolah Al Azhar BSD. Taman ini terletak persis di pinggir jalan raya utama, sehingga sangat mudah ditemukan karena bisa terlihat langsung dari jalan raya.


Untuk masuk ke taman jika membawa kendaraan hanya membayar Rp2000 untuk motor, dan sekitar Rp5000 untuk parkir mobil.

Taman cukup luas dan rindang. Terdapat banyak titik untuk beristirahat dan bersantai di bawah rimbunnya pohon. Tempat-tempat duduk banyak tersedia di sepanjang taman ini.

Di pintu depan juga tersedia banyak penjual jajanan mulai dari camilan, sampai makanan besar. Aneka minuman juga dijual di sini.

Taman BSD ini sebenarnya lebih mirip dengan hutan kota. Taman sangat banyak pohon tinggi yang rindang, sehingga berada di dalamnya seakan berada di dalam hutan.

Untuk berkeliling taman ini ada jogging track yang bisa digunakan untuk berjalan kaki atau jika kalian ingin jogging disini juga sangat bisa. Apalagi kalau datang pagi-pagi saat masih sejuk dan sepi.

Selain bisa untuk bersantai, taman ini menghadirkan pemandangan dan view yang sanga bagus untuk berfoto-foto ria. BIsa juga untuk pre-wedding photo seperti yang sempat saya temui juga di lokasi.





Intinya taman ini menghadirkan suasana alam yang sejuk dan hiau di tengah hingar bingar kota yang sibuk dan panas. Jika ada waktu, taman kota ini sangat cocok untuk akhir pecan kalian.



tag : wisata kota BSD, BSD city, wisata BSD, hutan kota BSD, taman kota BSD

Jumat, 11 November 2016

Menyusuri Gedung Kawasan Gobel, Spot Foto Urban yang Fotogenik

Kawasan Industri Gobel bagi penghobi foto area Bekasi mungkin sudah tidak asing lagi. Kawasan ini merupakan sebuah komplek yang terdiri dari 3 gedung besar yang sudah kosong. Terletak di jalan utama Cibitung dekat dengan lampu merah Cibitung dan persis berada di sisi jalan dan di samping MCD Cibitung.


Denger dengar ceritanya dulu akan dijadikan asrama, tapi karena mangkrak akhirnya gadung ini dibiarkan kosong begitu saja.

Keramik-keramik sudah hancur dan lepas dari lantai. Tembok sudah mulai lapuk dan bahkan banyak diwarnai dengan gambar-gambar grafiti.

Gedung ini memiliki lorong panjang dan melengkung, dan banyak jendela, sehingga kita bisa memanfaatkan untuk mengambil gambar dari berbagai perspektif.






Sedangkan spot lain yang menarik adalah di rooftop gedung ini. Dari atas gedung yang dibatasi dengan tembok setinggi 1 meter ini kita bisa melihat area sekitar kawasan ini. Selain itu juga pemandangan di atas gedung juga menarik untuk diambil gambarnya, apalagi jika ditambahkan model.hehe

Di bawah gedung juga ada beberapa truk yang sudah tidak digunakan, jika kalian bisa mengeksplorasi truk ini akan bisa menjadi foto yang menarik juga. Sayangnya saat itu saya kesana dalam kondisi hujan. Sehingga belum sempat ke area bawah gedung mengambil foto truk.






Tapi untuk foto-foto di kawasan ini ada biaya masuknya, setiap orang dikenakan biaya Rp10.000. Selanjutnya kita bisa foto-foto sepuasnya di kawasan ini.

Kamis, 20 Oktober 2016

Tetap Berpikir Waras Meski Persaingan Semakin Bringas

Menjaga pikiran agar tetep berpikir rasional dan logis sangat penting di era persaingan saat ini. Banyak caara dilakukan untuk mendapatkan apa yang diinginkan kelompok dan golongan.

Kadang ada yang biasa saja, tapi juga ada yang ekstrim dan keras.

Hal ini terutama terjadi pada masa-masa menjelang pemilihan kepala daerah atau bahkan presiden.

Banyak hal yang sebenarnya tidak ada hubungan langsung dengan salah satu calon atau dengan isu pilkada. Tetapi dengan sedikit polesan isu maka bisa menjadi besar dan berlebihan. Tidak usaah dibahas panjang panjang apa itu. Nanti ikut-ikutan berlebihan.

Banyak isu-isu juga yang kadang mengusik kita untuk bersuara. Kadang komentar-komentar aneh dan nyleneh di media sosial pun mengusik kita untuk membela atau sekedar menyela. Tapi itu lah suasana menjelang persaingan yang semakin ketat.

Mungkin itu urusan mereka, hanya saja kadang karena meskipun tidak secara langsung berurusan dengan kita, ada perasaan mengganjal dalam hati yang ingin dilampiaskan dengan kondisi atau statement yang tidak pas dan bahkan ngawur.

Kalau terjebak dan terpancing emosi, bisa-bisa urusan menjadi lebih panjang.

Oleh karena itu penting menjaga agar pikiran tetap waras dan logis. Tidak terprovokasi dengan oknum-oknum yang sengaja membakar isu agar situasi semakin panas dan rumit.

Selasa, 18 Oktober 2016

Pertama Kalinya Presiden Mengunjungi Yahukimo Papua

Kerinduan pembangunan di Indonesia timur khususnya Papua kini nampaknya sudah mulai terobati sedikit demi sedikit. Nawacita yang dicanangkan presiden untuk membangun Indonesia pinggiran lamba laun mulai dijalankan.

Gambar  : kompas.com


Ini terbukti dengan beberapa kali kunjungan presiden di Papua untuk meninjau langsung dan memberikan instruksi terkai pembangunan Papua.

Beberapa waktu yang lalu presiden meresmikan beberapa pembangkit listrik untuk mulai memenuhi kebutuhan listrik Papua yang tingka kelistrikannya masih di bawah 50% dan menginstruksikan mempercepat program pemenuhan listrik sehingga tahun 2019 Papua sudah terang benderang.

Lalu erkait masalah harga BBM juga di singgung presiden agar harga BBM sebisa mungkin disamakan dengan harga BBM nasional. Ini bersamaan dengan kunjungan presiden ke Yakuhimo yang merupakan pertama kalinya presiden RI mengunjungi daerah ini.

Presiden meminta agar harga BBM harus bisa turun, meskipun Pertamina masih mempertimbangankan mengenai biaya nya. Hal ini juga dibarengi dengan peresmian bandara dan presiden meminta kemenrian perhubungan memperpanjang landasan pacu agar bisa didarati oleh pesawat besar sehingga bisa memajukan perekonomian Yakuhimo.

Selain itu program transpapua juga masih terus berjalan dengan membuka rute ribuan kilometer dengan mengerahkan TNI baik dalam pengerjaan nya maupun pengamanan proyek, karena rawan penyerangan dari OPM.

Tidak ketinggalan juga program pengadaan kereta api di Papua masih dalam proses studi kelayakan, sehingga diharapkan juga bisa segera dimulai.

Keharuan Rakyat Dikunjungi Presiden

Tidak semua masyarakat Indonesia beruntung daerahnya bisa dikunjungi presiden atau bahkan melihat presiden secara langsung.

Ini terjadi di Yahukimo yang notabene daerah terpencil pedalaman yang jarang didatangi orang luar.

Masyarakat menunggu kedatangan pesawa presiden dari pagi untuk meliha secaa langsung kedatangan presiden di daerahnya.

Bahkan sempa diwarnai tangis haru masyarakat yang meliha presiden untuk pertama kali dalam sejarah presiden RI mengunjungi Yahukimo. Teriakan-teriakan warga dan anak-anak atas kegembiraan dikunjungi presiden mereka begitu menggetarkan. (detik.com)

Semoga saja Papua tidak lagi dianggap dan menjadi seolah-olah di anaktirikan. Dengan berbagai pembangunan yang dilakukan diharapkan akan semakin maju dan berkembang, sehingga masyarakatnya semakin sejahtera, dan tentunya sehat selalu untuk pak Presiden dalam membangun Indonesia.


referensi

Kamis, 13 Oktober 2016

Waktunya Menjadi Orang

Setiap manusia pada akhirnya akan mengalami masa transisi dari dunia akademis / masa sekolah dan kuliah ke dunia kerja. Memang dunia yang sangat berbeda dengan yang sebelumnya. 

Harus sudah mulai menata hidup dan merencanakan tahapan-tahapan kehidupan selanjutnya. Tapi juga ada yang memilih untuk terus belajar setinggi-tingginya. Kembali lagi itu semua targantung dengan pilihan masing-masing.

Tapi yang jelas, semakin bertambah umur maka kita akan dihadapkan dengan beraneka maam pilihan yang mau tidak mau harus kita pilih dan hadapi. Dan akhirnya, ini lah saatnya menjadi orang.

Kenapa menjadi orang? ini hanya istilah saja sih. Intinya kita harus mulai hidup murni dengan usaha-usaha dan pilihan diri kita sendiri. Terlepas dari kita juga masih perlu banyak bimbingan.

Akhirnya saya sadar sudah sampai sejauh ini ternyata hidup yang saya jalani. Inilah saatnya menjadi orang.

Yang jelas teman seumuran saya juga sudah banyak yang hidup mandiri dengan kesibukan dan pekerjaan masing-masing, bahkan yang sudah berkeluarga sudah dengan keluaga kecil mereka.

Sedangkan teman-teman kuliah lebih beda lagi. Teman-teman yang saya kenal semasa kuliah dulu sudah memilih jalan mereka masing-masing juga.

Beberapa di antaranya sudah bekerja di perushaan-perusahaan top negeri ini. Menjadi calon-calon pemimpin, ada yang memilih menjadi aktivis sosial yang memperjuangkan masyarakat yang kurang beruntung. Ada juga yang mencoba menjadi pengusaha muda dan beberpa di antaranya sudah mulai terlihat sukses. Yang paling keren, beberapa di antara mereka memilih melanjutkan pendidikan di luar negeri dan masuk universitas-universitas top dunia. wow...

Mereka melalang buana mencari jati diri mereka di dalam  maupun luar negeri. Bahkan yang masuk perusahaan top itu mereka mengikuti program seleksi khusus yang disiapkan untuk menjadi pemimpin masa depan perusahaan itu.

Intinya mereka keren. Dan mereka sudah menunjukkan jati dirinya, siapa mereka dan apa pilihan mereka.

Kembali lagi, mereka mulai memberikan berbagai macam kontribusi dan juga ada yang masih mengisi skill dan pengetahuan mereka lebih dalam lagi. Dan itu lah waktunya mereka menjadi orang.

Entah itu sesuai dengan rencana mereka dulu atau tidak, tetapi yang jelas yah inilah pilihan mereka saat ini dan termasuk pilihan saya sekarang.

Senang rasanya melihat mereka yang hebat-hebat, dan pernah menjadi bagian dari hari-hari mereka dulu. Teman sepenanggungan dulu, dan seperti kata-kata kita saat akan saling mencari nasib masing-masing we said "See you on top", (sampai jumpa di atas). Yang mengartikan semoga saat kita bertemu lagi, kita semua sudah menjadi orang-orang yang berpengaruh positif dan memberikan manfaat banyak untuk orang lain. Dengan kata lain, menjadi seorang leader, bukan sekedar bos.